Rabu, 13 April 2016

NAMA            : ANITA
NPM               : 50415843
KELAS           : 1IA10
RESENSI FILM GOOD WILL HUNTING


           
















Good Will Hunting adalah sebuah film tahun 1997 disutradarai oleh Gus Van Sant mengambil tempat di Boston, Massachusetts, yang menceritakan kisah Will Hunting.  Film ini ditulis oleh Matt Damon dan Ben Affleck.
Sutradara         : Gus Van Sant
Produser          : Lawrence Bender
Penulis             : Matt Damon
  Ben Affleck
Pemeran          : Matt Damon
Robin Williams
Minnie Driver
Ben Affleck
Stellan Skarsgård
Penyunting      : Pietro Scalia
Distributor       : Miramax
Durasi              : 126 menit

Film Good Will Hunting menceritakan kisah seorang pemuda bernama Will Hunting yang diperankan oleh Matt Damon sekaligus penulis cerita dalam film ini. Will adalah seorang pemuda yang bekerja sebagai cleaning service di MIT Amerika Serikat. Will merupakan anak yatim piatudan kurang mampu, tetapi dia memiliki tiga orang sahabat yang selalu menemaninya. Namun, Will memiliki kecerdesan yang sangat luar biasa. Kemampuannya sebanding dengan orang- orang yang mengeyam bangku kuliah. Karena kecerdesan yang sangat luar biasa ini, Will tanpa sengaja dapat bertemu dengan Prof. Gerald (yang diperankan oleh Stellan Skarsgård) yang merupakan salah satu professor dibidang matematika di tempat Will bekerja sekaligus peraih penghargaan Field(semacam Nobel).
Pertemuan Will dengan Prof.Gerald berawal saat Prof. Gerald memberikan tantangan yang berupa soal kepada mahasiswanya. Soal ini merupakan soal matematika yang sangat rumit, semua mahasiswa Prof. Gerald tidak ada yang mampu untuk memecahkan masalah yang terdapat pada soal tersebut. Hebatnya, Will yang hanya seorang cleaning service dapat memcahkan masalah yang terdapat pada soal tersebut. Secara diam- diam Will mengerjakan soal yang ada di papan tulis koridor kampus. Kampus tempat Will pun menjadi heboh karena soal yang rumit itu telah diselesaikan, semua orang bertanya- tanya siapakah yang berhasil menyelesaikan soal tersebut. Namun, tidak ada yang mengetahui siapa yang mengerjakan soal tersebut. Hingga akhirnya Prof. Gerald memergoki Will sedang menyelesaikan soal lain yang ada di papan tulis koridor kampus.
Will memiliki masa lalu yang buruk, sehingga membuatnya menjadi mudah emosi. Suatu hari Will dengan temannya memukuli salah satu gerombolan yang baru saja menggoda seorang wanita. Hal itu membuat Will kesal, belum lagi salah satu anggota gerombolan tersebut pernah mengganggu Will saat masih kecil. Will tertangkap dan dimasukkan ke dalam penjara.
Sementara itu, Prof. Gerald yang tertarik dengan kecerdasan Will menawarkan untuk membebaskan Will dari penjara asalkan memenuhi syaratnya yaitu untuk bekerja dengannya dan menjalani terapi psikologis. Will pun setuju. Tapi keadaan itu tidak berjalan dengan mulus, karena Will yang nakal namun cerdas dapat mengerjai para terapis yang diberikan oleh Prof. Gerald. Karena telah banyak Terapis yang menyerah pada Will, akhirnya Prof. Gerald memutuskan untuk mempertemukan Will dengan salah satu psikolog lain yang bernama Sean Maguire yang diperankan oleh Robbin Williams. Sean Maguire merupakan teman masa lalu Prof. Gerald yang juga merupakan teman sekamarnya dulu saat kuliah.
Akhirnya Sean dan Will memulai sesi terapinya. Awalnya Will seperti biasa ingin mengerjai Sean seperti terapis- terapis sebelumnya. Tetapi karena sifat Will yang seperti itu membuat Sean menjadi penasaran dan semakin ingin tahu mengenai kepribadian Will. Setelah beberapa kali bertemu untuk terapi, Sean dan Will menjadi semakin akrab. Will yang awalnya mengacuhkan Sean kemudian menjadikan Sean sebagai teman bicaranya. Begitu pun Sean yang menceritakan pengalaman hidupnya kepada Will. Karena hubungan Will dan Sean yang semakin dekat, membuat Sean menjadi tahu sifat- sifat Will. Will sebenarnya adalah anak yang luar biasa cerdas, namun karena memiliki masa lalu yang buruk (mendapatkan kekerasan dari orang tuanya) Will menjadi sosok penakut. Will takut untuk melakukan suatu hal yang baru, juga takut untuk bergaul dengan orang baru. Will merasa dirinya pantas untuk disalahkan dalam setiap masalah. Sean meyakinkan Will bahwa selama ini semua masalah bukanlah kesalahan yang diperbuat Will. Will pun tak kuasa menahan kesedihannya selama ini yang tak pernah ia keluarkan. Will menangis dipelukan Sean. 
Dengan begitu, akhirnya Will menjadi dirinya sendiri dan melepas semua rasa kesedihan, penyesalan yang ada selama ini pada dirinya. Akhirnya Will dapat memutuskan apa yang sebenarnya dia inginkan selama ini. Akhirnya Will menerima pekerjaan yang sebelumnya ia tolak yaitu pekerjaan di sebuah perusahaan besar di Amerika Serikat.
 Dalam film ini, terdapat banyak sekali pesan moral yang terkandung, diantaranya :
1.      Bakat atau talenta yang telah diberikan oleh Sang Pencipta haruslah dikembangkan dan digunakan secara baik dan tidak menyia-nyiakan bakat atau talenta yang telah diberikan.
2.      Jangan takut untuk mencoba sesuatu hal yang baru.
3.      Jangan melihat seseorang dari tampilannya dan jangan menganggap remeh seseorang karena bisa saja seseorang tersebut yang dapat membuat kita ke jalan yang benar.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar